2012-09-04

Hakikat Manusia dan Pengembangannya

6:04 PM
oleh Safriandi, S.Pd., M.Pd.


1. Pengertian Sifat Hakikat Manusia

Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik yang secara prinsipil membedakan manusia dengan hewan meskipun antara manusia dan hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi biologisnya. Kesamaan secara biologis ini misalnya adanya kesamaan bentuk (misalnya kera), bertulang belakang seperti manusia, berjalan tegak dengan menggunakan kedua kakinya, melahirkan dan menyusui anak, pemakan segalanya, dan adanya persamaan metabolisme dengan manusia. Bahkan beberapa filosof seperti Socrates menamakan manusia itu zoon politicon (hewan yang bermasyarakat), Max Scheller menggambarkan manusia sebagai das kranke tieri (hewan yang sakit) (Drijakara, 1962:138).

Kenyataan dalam pernyataan tersebut dapat menimbulkan kesan yang keliru,

Pendidikan Karakter: Transfer Knowledge Plus Moral Ability

5:46 PM
oleh Azwardi, S.Pd., M.Hum*

(Tabloid The Atjeh Times, 03-09 September 2012)

kajak sikula hai aneuk mangat bèk rôh jipeungeuet lé gob

kajak beuet hai aneuk mangat bèk rôh kapeungeuet gob

bu beulele eungkôt beucut-cut

dônya beuna akhirat beutatuntut

Ruh yang tersirat dalam ungkapan bijak orang Aceh di atas memiliki dua dimensi makna yang sangat substansial dalam bidang pendidikan, yakni ilmu dan moral. Konsep pendidikan karakter yang menjadi sorotan akhir-akhir ini sangat kentara tecermin dalam ungkapan tersebut.

Praja

4:17 PM
Tabloid The Atjeh Times, 27 Agustus-2 September 2012

oleh Safriandi

Kata praja dalam bahasa Aceh berkaitan dengan prediksi orang tua zaman dulu terhadap calon suami istri tentang baik atau tidaknya mereka menikah, memiliki rezeki atau tidak jika menikah, terjadi percekcokan atau tidak dalam rumah tangga ketika menikah nanti. Praja banyak jenisnya, seperti praja krueng, ‘praja sungai’, praja guda ‘praja kuda’, praja cangguk ‘praja kodok’, dan praja cicém ‘praja burung’, praja kamèng ‘praja kambing’, praja keubeu ‘praja kerbau’.

Waréh

3:52 PM

Tabloid The Atjeh Times, 3-9 Agustus 2012


oleh Safriandi


Kekekerabatan bermakna hal-hal yang bertalian dengan hubungan keluarga atau keturunan. Dalam bahasa Aceh ada banyak hal yang berkaitan dengan istilah kekerabatan. Sebagian istilah kekerabatan itu justru hampir tidak dikenal lagi oleh masyarakat karena telah digantikan oleh istilah kekerabatan serapan dari bahasa Indonesia.