Untuk berkomunikasi, manusia menggunakan bahasa.
Penyampaiannya dapat secara lisan ataupun tulisan. Komunikasi lisan berlangsung
dengan cara tatap muka atau menggunakan media, seperti gawai. Secara lisan pula,
pihak yang terlibat dalam pembicaraan dapat mendengar langsung substansi
percakapan. Maka, kecil kemungkinan terjadi salah paham. Kalaupun terjadi,
koreksi dapat segera dilakukan.
Lain halnya dengan tulisan. Komunikasi jenis ini lazim
terjadi tanpa tatap muka. Perantinya berupa kertas. Melalui kertas, si
penyampai pesan mengutarakan segala pikirannya. Pada bentuk komunikasi ini
rentan terjadi kesalahpahaman akibat ketidaktepatan kata atau kalimat yang
digunakan. Koreksi pun tak dapat dilakukan segera. Ini pula yang menjadi
kekurangan komunikasi tulisan. Namun, sebagai bukti autentik, tulisan jauh
lebih kuat daripada lisan.





