2016-01-15

Telinga dan Kuping Samakah?

12:00 PM
Dalam ilmu kedokteran, singkatan THT (telinga hidung dan tenggorokan) tentu tak asing lagi bagi kita. THT merupakan bidang ilmu kedokteran yang khusus menangani masalah yang terjadi pada telinga, hidung, dan tenggorokan. Dokternya disebut spesialis THT.
Bagi kita barangkali timbul pertanyaan, mengapa yang digunakan pada singkatan itu adalah telinga, bukan kuping. Bukankah telinga dan kuping maknanya sama saja sehingga telinga pada singkatan itu dapat diganti dengan kuping?
Dalam pengertian umum, telinga dan kuping maknanya sama saja. Namun, bila dipumpunan pada suatu bidang ilmu tertentu, yaitu kedokteran, telinga dan kuping jelas-jelas berbeda. Perbedaannya dapat dilihat dari segi letaknya. Telinga, dalam ilmu kedokteran, letaknya di bagian dalam. Adapun kuping letaknya pada bagian luar atau sering disebut daun telinga. Itulah sebabnya dokter spesialisnya disebut dokter telinga hidung tenggorokan.
Lengan dan tangan dalam ilmu kedokteran juga berbeda. Lengan adalah bagian anggota dari ketiak sampai ke pergelangan tangan, sedangkan tangan merupakan bagian telapak tangan dengan jari-jarinya.[]

2016-01-05

Ie Beuna

26 Desember 2004 menyisakan memori bagi orang Aceh. Hingga kini peristiwa yang terjadi bertepatan dengan14 Zulkaidah 1425 Hijriah dalam hitungan bulan Islam, masih belum lekang dikikis waktu.
Pada tanggal itulah sebagian Aceh diluluhlantak oleh gelombang besar. Banyak orang meregang nyawa diamuk keganasan gelombang yang konon katanya memiliki kecepatan 500-1000 km/per jam, setara dengan kecepatan pesawat terbang.
Sejak saat itu di Aceh orang begitu akrab dengan kata ‘tsunami’. Saking akrabnya, kata tersebut menjadi bagian dari kosakata bahasa Aceh. Dikatakan demikian karena sebenarnya tsunami bukanlah kata asli bahasa Aceh, melainkan pinjaman dari bahasa Jepang.
Dalam bahasa asalnya, ‘tsunami’ sebenarnya terdiri dari dua kata, yaitu tsu dan nami. Tsu berarti pelabuhan, sedangkan nami berarti gelombang atau ombak sehingga bermakna ombak besar di pelabuhan. Tak jauh berbeda dari bahasa asalnya, kata tsunami yang dituturkan oleh orang Aceh juga merujuk pada objek yang sama, yaitu gelombang besar akibat  gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut.
Meski demikian, pelafalan kata tsunami dalam bahasa Aceh ada dua variasi. Pertama, huruf /s/ pada  kata itu dilafalkan seperti huruf ث /ts/ dalam bahasa Arab. Kedua, huruf /s/ dilafalkan seperti huruf /s/ dalam bahasa Indonesia. Variasi pelafalan pertama umumnya digunakan oleh penutur bahasa Aceh wilayah barat-selatan, sedangkan variasi kedua umumnya digunakan oleh penutur wilayah timur.
Kendati kata tsunami sering digunakan oleh orang Aceh, bukan berarti bahasa Aceh tak memiliki kosakata sendiri yang sama arti dengan kata tersebut. Ie beuna adalah contoh kosakata bahasa Aceh yang juga bermakna gelombang besar yang mahadahsyat. Kata ini penggunaannya juga sangat populer dalam masyarakat. Seperti halnya dalam bahasa Jepang, ie beuna dalam bahasa Aceh juga terdiri dari dua kata, ie bermakna air dan beuna bermakna gelombang yang sangat besar, mahadahsyat.
Sebenarnya dalam bahasa Aceh, selain ie beuna, ada juga istilah lain, yaitu alôn buluek. Namun, istilah ini kalah populer penggunaannya tinimbang ie beuna. Alôn buluek juga terdiri dari dua kata, yaitu alôn berarti gelombang dan buluek berarti sangat besar, mahadahsyat. Akan tetapi, tidak seperti ie beuna, alôn pada alôn buleuk tampaknya bukan kosakata asli bahasa Aceh, melainkan kata serapan dari bahasa Tagalog, Filipina. Dalam bahasa tersebut, alôn juga bermakna sama, yaitu gelombang.
Dengan demikian, selain kata sunami, bahasa Aceh memiliki ie beuna dan alôn buleuk untuk menyebutkan gelombang yang melumat Jepang pada 2011.[]

2015-12-28

Khanduri dan Asal-Usulnya

12:41 PM
Ilustrasi Khanduri/www.glory-travel.com
Aceh boleh dikatakan sebagai salah satu provinsi yang kaya akan beragam tradisi kenduri. Hampir setiap bulan, baik dalam hitungan hijriah maupun masehi, ada saja kenduri.

Seperti bulan ini, Rabiul Awal, di berbagai daerah di Aceh dilaksanakan kenduri maulid. Bukan hanya ketika Rabiul Awal, kenduri maulid juga berlangsung pada bulan Rabiul Akhir hingga Jumadil Awal. Boleh dikatakan bahwa kenduri maulid di Aceh dilaksanakan selama tiga bulan berturut-turut (dalam hitungan Hijriah).

Tak hanya itu, Aceh punya nama khusus untuk bulan maulid. Rabiul Awal dalam bahasa Aceh dikenal dengan buleun Moklet, Rabiul Akhir sebagai Adoe Moklet, dan Jumadilawal dikenal dengan nama Moklet Seuneulheuh.

Meski kenduri cukup populer di Aceh, tidak banyak yang tahu asal-usulnya.
Dalam bahasa Aceh kenduri berarti kanduri. Ada juga yang mengucapkan khanduri dan khauri. Variasi seperti ini dikenal dengan istilah dialek, yaitu variasi bahasa suatu kelompok masyarakat yang tinggal di daerah tertentu.

Perlu diketahui bahwa istilah khanduri bukan kosakata asli bahasa Aceh, tetapi dari Gujarat. Khanduri bermakna makanan dari Khandahar, yaitu sebuah daerah di Gujarat. Istilah yang semakna dengan itu telah ada dalam bahasa Aceh, yaitu meutandara ‘makan bersama sambil bersuka ria dan berebutan’.

Setelah istilah khanduri masuk ke Aceh, istilah meutandara hanya digunakan untuk binatang, misalnya beberapa ekor anjing sedang meutandara di pinggir sungai. Anjing-anjing itu sedang memakan bangkai sambil bersuka ria dan berebutan.

Tentunya istilah meutandara tidak cocok lagi digunakan untuk manusia yang beradab. Oleh karena itu, digunakanlah kata khanduri yang dibawakan oleh pedagang-pedagang Islam dari Gujarat yang masuk ke Aceh. Akhirnya, istilah khanduri pun menjadi populer hingga sekarang.

Karena perkembangannya, khanduri bukan lagi bermakna makanan atau masakan dari Khandahar karena tidak ada lagi orang Khandahar yang memasak di Aceh walaupun mungkin bumbu yang digunakan dalam masakan dan cara memasak masih mengikuti orang-orang Khandahar.

Bagi masyarakat Aceh dewasa ini, khanduri berarti makan bersama sambil menjalin silaturahmi. Hal itu dilakukan untuk berbagai tujuan seperti sebagai rasa syukur atas suatu rahmat atau nikmat yang diperolehnya.

Sebagai bagian dari kebudayaan, khanduri telah menyatu dalam setiap tindakan kehidupan masyarakat Aceh. Akibatnya, hampir dalam setiap aktivitas masyarakat, baik individu maupun kelompok diawali dan diakhiri dengan khanduri. Dalam setiap bentuk kesyukuran dilakukan khanduri, begitu pula dalam setiap kemalangan. Orang-orang kaya melakukan khanduri, demikian juga dengan orang miskin.

Bahkan diyakini oleh sebagian orang Aceh bahwa khanduri merupakan suatu keharusan, misalnya khanduri orang meninggal. Biasanya yang tidak melaksanakan khanduri dikucilkan oleh masyarakat.
Khanduri memang sudah sepatutnya dipertahankan dan dilestarikan sebab tetap konsisten pada makna dan tujuannya, yaitu menjalin silaturahmi dan rasa kebersamaan dalam mengimplementasikan kesyukuran kepada Allah swt., misalnya khanduri blang, khanduri laôt, khanduri glé, dan khanduri walimah.


Sesuai dengan namanya, Serambi Mekah, masyarakat Aceh senantiasa bersyukur atas segala yang mereka peroleh dalam kehidupannya. Karena itu, masyarakat Aceh zaman dulu setiap bulan melakukan khanduri bersama, tiada bulan tanpa khanduri. Khanduri yang dilakukan seperti bulan khanduri boh kayée, bulan khanduri ie bu, bulan khanduri apam, dan bermacam khanduri lainnya. []

Sumber: Buku Budaya Aceh, 2009, Pemerintah Aceh

2015-12-21

Bahasa Aceh, antara Ret dan Reubah

10:00 AM
Dalam bahasa Indonesia, cukup banyak makna jatuh, bisa dalam bentuk ketika kata itu dipakai tanpa disandingkan dengan kata lain

2015-12-17

Alumni atau Alumnus?



Dalam pemakaian bahasa Indonesia sehari-hari, ada dua kata pungutan dari bahasa Latin yang acapkali digunakan secara bergantian, yaitu alumni dan alumnus, misalnya pada judul berita http://news.metrotvnews.com/Alumni Al Azhar Bunuh Diri Menggunakan Pisau Dapur” atau www.tempo.co “Alumnus UGM yang Tewas Dibunuh Itu Dikenal Ulet dan Pekerja Keras”

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kedua kata itu bermakna sama sehingga dapat dipakai secara bergantian dalam kalimat?

2015-12-12

Cara Menulis Tembusan pada Surat Dinas



Ilustrasi
Ketika membaca surat dinas, Anda kadang menemukan kata tembusan. Salah satu bagian dari surat dinas ini letaknya paling bawah, sebelah kiri.

2015-12-02

Pajôh Mangat (Bagian II)

3:55 PM
Ilustrasi kenduri/kompasiana.com
Kenduri merupakan suatu kearifan lokal orang Aceh. Kali ini dibahas beberapa jenis kenduri lainnya yang juga merupakan bagian dari kearifan lokal itu.

Sebelum itu, pada bagian ini disebutkan kembali beberapa kenduri

2015-11-23

Pajôh Mangat

3:04 PM
Ilustrasu Kenduri/kebudayaanindonesia.net
Di sebuah masjid setelah salat asar, terjadi percakapan ringan antara dua warga.

Si A     : Can that lôn, buleun sa ngön buleun                   dua nyoe.
Si B     : Pakön can?
Si A     : Ay ma pakiban han can lè. Pajôh                       mangat sabé. Memang dua buleun                     nyoe, buleun perbaikan gizi, hahaha.

Ada yang menarik jika kita menyimak percakapan dua warga itu, yaitu penggunaan kata  pajôh mangat. Pajôh mangat atau perbaikan gizi yang dimaksud oleh pembicara A adalah kanduri yang dalam beberapa dialek bahasa Aceh tertentu disebut khawuri, kanuri, kawuri.

Kanduri salah satu tradisi indatu yang sudah mendarah daging. Maka, jangan heran jika di Aceh,

2015-11-17

Gelar Strata Sosial di Aceh

11:23 AM
Foto: factsnotfantasy.blogspot.com
Anda barangkali tak asing lagi dengan kata-kata berikut: sultan, tuanku, teungku, teuku, ampon, cut, sayed, syarifah,sultanah. Kata-kata ini gelar strata sosial di Aceh dan telah digunakan sejak zaman Kerajaan Aceh hingga kini.

Gelaran-gelaran sosial tersebut awalnya tidak digunakan

2015-11-05

Asal Kata Politisi dan Politikus

11:00 AM
Anda barangkali tak asing lagi dengan kata politisi dan politikus. Dua kata itu acapkali digunakan untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan politik. Tak hanya itu, kata politikus, misalnya, sering disamakan pula dengan tikus karena padanya melekat bentuk tikus. Penyamaan itu cenderung lebih bersifat konotasi. Ini terbukti ketika ditanyakan, apa itu politikus?

2015-10-29

Bahasa Gayo dan Sopan Santun

11:00 AM
ilustrasi:lintasgayo.co
Bicara masalah bahasa Gayo, tentu saja tak akan pernah habis-habisnya. Banyak keunikan bahasa ini yang masih belum ‘dijamah’ oleh para ahli dan peminat bahasa.

Kali ini penulis membahas selintes keunikan itu. Tentu saja yang penulis utarakan di sini meru­pakan hasil penelitian.

Keunikan yang cukup kentara terlihat dalam bahasa Gayo berkaitan dengan

2015-10-28

Ayah Mertua, Engkau Ayahku!

6:06 PM



Ilustrasi: coretan-bunda.blogspot.com
Entah mengapa hari ini wajah ayah mertua saya selalu terbayang. Entah mengapa kerinduan pada beliau tiba-tiba membuncah, merayapi pikiran ini sehingga tanpa terasa air mata menetes. Kerinduan ini bukan sekali,

2015-10-26

XL Antilelet dan Mahal

Sumber Foto: imadesudiana.files.wordpress.com
Judul di atas adalah redaksi kalimat dalam iklan baliho milik operator seluler XL yang saya temui di beberapa jalan di Banda Aceh. Selengkapnya baliho itu berbunyi “XL HANYA DI SINI. RP35.000. ANTI LELET DAN MAHAL”.

Benarkah XL menjual kartu internet yang antilelet dan mahal atau menjual kartu internet yang antilelet dan tidak mahal. Saya sendiri

2015-10-22

Semua Bahasa Baik

11:00 AM
Saya sering mendapati sebagian orang ejek-mengejek suatu bahasa. Ada yang mengklaim bahasa ini baik, bahasa itu buruk. Juga ada yang mengklaim bahasa ini lebih terhormat digunakan daripada bahasa yang itu. Sering juga saya dapati orang tertentu melarang orang lain menggunakan

2015-10-16

Lagèe Tareupah Aneuk Jôk bak Abah Bui

11:00 AM
Orang pelit atau kikir disebut ureung kriet dalam bahasa Aceh. Cara menyebut urueng kriet dalam bahasa Aceh bermacam-macam, tergantung pada kualitas kriet seseorang apakah that kriet, kriet that, göt that kriet, kriet that-that, kriet putôh bulèe idông, kriet tulo, atau kriet maté. Yang jelas, semua itu adalah sebutan orang Aceh untuk ureung kriet.

Orang yang amat sangat pelit dikatakan göt that kriet. Dalam bentuk ungkapan, orang yang göt that kriet juga sering disebut kriet putôh bulèe idông, kriet tulo, atau kriet maté. Jika meminta sesuatu pada orang ini, jangan pernah berharap akan diberikan karena